Pemasangan Nesting Plank/Papan Sirip Rumah walet yang Ideal Part I

suara

Pemasangan nesting plank – Mengapa rumah/gedung walet wajib memiliki nesting plank? Bagaimana dengan jarak idealnya? Serta jenis bahan apa yang cocok dan bagus untuk dijadikan nesting plank? Dari berbagai pertanyaan-pertanyaan yang sering kita terima maka dari itu disini kami ingin membahas seperti apa nestink plank/papan sirip rumah walet yang idealnya.

Sebelumnya kita perlu mengetahui apa manfaat memasang nesting plank pada rumah walet. Nesting Plank merupakan tempat dimana walet menaruh liurnya untuk membuat sarang. Tentu kita tau itu semua namun selain itu fungsi lain dari nesting plank yang juga penting ialah sebagai penghalang cahaya yang masuk melalui lubang masuk. Sehingga jika nesting plank tersebut tata letaknya berhadapan dengan lubang masuk alangkah baiknya dipasang secara horizontal atau melintang. Dengan begitu cahaya yang masuk melalui lubang masuk burung akan terhalangi. Pemasangan nesting plank yang benar juga berpengaruh kepada hasil sarang yang optimal.

pemasangan nesting plank

Jarak Pemasangan Nesting Plank/Papan Sirip

Jarang pemasangan nesting plank antara satu dengan yang lain juga penting dan wajib di perhatikan. Jarak ideal nesting plank adalah sekitar 30 cm antar nesting plank.

Jenis Bahan untuk Nesting Plank

Bahan yang di gunakan untuk membuat nesting plank atau papanm sirip bisa saja dari berbagai bahan. Namun untuk saat ini bahan-bahan yang terbaik untuk membuat nesting plank adalah

  1. Papan sirip beton,
  2. Papan sirip Aluminium,
  3. Papan sirip GRC ( Fibre Glass Reinforce Cement),
  4. Dan papan sirip Kayu.

Dari beberapa bahan yang telah di sebutkan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun bahan yang umum digunakan untuk nesting plank adalah kayu. Karena kayu tidak bersifat penghantar panas sehingga suhu cenderung stabil.

Untuk pemilihan kayu sendiri bisa memilih kayu yang sudah kering, tidak memiliki aroma menyengat dan awet. Kayu juga bisa di jemur terlebih dahulu sebelum di pasang.  Agar memudahkan walet untuk membuat sarang sebaiknya bagian lebar dari kayu nesting plank tersebut jangan di kerut.

Jika kayu yang digunakan untuk nesting plang terbilang keras, sebaiknya di buat goresan dengan 2 alur atau lebih dengan jarak sekitar 5-7 cm dari sisi bawah ataupun atas dengan kedalaman 2 mm. Dengan demikian akan memudahkan walet untuk walet hinggap karena dibantu dengan alur tersebut walet dapat mencengkramkan kaki nya di alur nesting plank tersebut. Selain itu alur yang sudah di buat berfungsi sebagai pondasi walet untuk membuat sarang.

Ukuran Nesting Plank

Nesting plank pada umumnya memiliki ukuran 20 cm dengan ketebalan minimum 2 cm. Pemasangan nesting plank sebaiknya menempel rapat ke plafon.

Nah itulah tadi pembahasan seputar  pemasangan nesting plank rumah walet yang baik dan ideal part I, Pada kesempatan lain kami akan membahas kembali tentang nesting plank pada bagian part 2. Simak terus artikel budidaya walet di website kami. Trimakasih